Sumpah, aku capek. [karena ini memang aku.]-[08/02/21]
sumpah aku capek.
sama orang tua, salah.
sama sodara, buat apa? udah punya kesibukan dan pelampiasan masing-masing.
dari dulu aku itu emang cuma pengganggu.
kala kebutuhanku disebutkan, kerasa kan maksanya?
itu yang disebut anak bungsu selalu dimanja?
masa?
kapan sih? di ujung kan? ketika akunya udah laporan..
waktu aku nahan untuk tidak.. apa? gak ada artinya ?
aku juga ada masa capeknya.
hebat ya.
sama makhluk lain bisa punya rasa kasihan.
sama aku dapatnya cibiran.
aku gak tau kenapa, tau sih.
tapi gak tau kalau ini akan nempel banget.
"dia kan gak punya anak".
ya, jadi yang boleh depresi cuma orang-orang yang punya anak, sekolah, kerja.
yang nganggur ga boleh. yang single gaboleh, yang lengkap orangtuanya ga boleh.
padahal lengkap juga bukan berarti bahagia didalamnya.
tiap hari cekcok, dimana bahagianya?
coba kalau mau nyuruh bersyukur, itu yang setara.
sama-sama masih bisa makan, misalnya.
sama-sama masih punya baju, misalnya.
itu oke, bener, dan ya, Alhamdulillah.
tapi ketika itu ada masalah...diberi saran yang seperti itu, dan meninggalkan rasa sakit, maka ada yang salah dengan saran itu sendiri.
Aku tu capek...pengen teriak...
Aku tau, aku bisa nangis diatas sajadah, didepan Allah.
tapi, kapan?
akan selalu serba salah di aku mah.
udah, ngaku aja, emang selalunya nyalahin aku kan?
gak semua yang ngerasa serba salah itu salah.
tau orang lagi di ospek?
menurutmu senior 100% benar?
dengan caranya yang seperti itu?
gak kan?
bisa kan dinegosiasikan in real life?
hanya orang-orang dan situasi-situasi tertentu lah yang akan menunjukkan sifat seperti senior itu. bukan semuanya.
tidak semua penjuru dunia itu jahat. ada sudut baiknya.
dan kita diperlakukan begitu akhirnya menjadi apa?
memperbanyak jahatnya. bukan baiknya.
melanjutkan tradisi jahatnya. bukan baiknya.
kalian lupa pesan intinya apa atau emang dari awal ga ngerti apa maksudnya ?
aku tau...
aku ngeluh gini bukan ga ada orang sama sekali yang bisa ngerti.
aku tau...
tapi aku juga tau,
gak mungkin aku seenaknya narik orang2 itu untuk selalu mendengar.
badanku capek Tuhan.
karena itu mentalku kini ikutan capek.
berulang kali aku mau nangis tapi begini.
menurutmu normal gejolak nangis hanya keluar beberapa detik? setelah itu berubah dengan drastisnya. entah itu flat atau tertawa.
itu gila, namanya.
gimana aku meyakinkan bahwa aku bisa tidak menjadi bipolar ? bila begini kejadiannya ?
aku tau..
kala seperti ini, hanya kepadaMu aku bisa bilang capek.
dan kepada merakalah kata "capek" itu sulit dimengerti.
karena aku belum menikah,
karena aku belum punya anak,
karena aku belum kerja, belum punya rumah.
karena aku belum ngapa-ngapain.
:'(
After all of this time,
I did nothing.
aku beranggotakan 6 dalam satu keluarga.
ada yang bisa kuajak cerita tentang kesehatan mentalku?
gak ada.
gak boleh.
aku tercekat di usia 5 tahunan.
"jangan nangis" katanya.
aku harus tidak tertawa terbahak-bahak di usia 5 tahunan.
"jangan ketawa" katanya.
aku harusnya gak ada...pikiran di setiap 5 juni.
"sana ah. kamu kan cewek."
tapi ini aku, juga, yang katanya cewek,
"udah, ambil aja sendal cowok itu. daripada gak ada yang pas."
Salahku apa punya badan tinggi dan besar ?
Salahku apa punya hidung yang besar dan kulit hitam ?
Salahku apa lahir sebagai perempuan setelah 3 laki-laki ?
Aku gak bisa berpikir normal atau jernih.
menurutku aku lebih keruh dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Aku mau, nyerah.
itu rencana sejak lama.
bukan hal asing untuk dibicarakan oleh aku 1 dan 2.
Sulit....
untuk tidak melihat masa lalu disetiap mengindera kehidupan bersama orang lain seperti ini.
Aku butuh istirahat..
Aku butuh kebebasan..
Aku cuma ingin istirahat..
Aku lelah.
Sungguh.
Comments
Post a Comment