Upsetting me on 3 days ? don't, please.

 Lalu, lalu apa yang kamu inginkan dengan situasi begini ?

Oh, semua orang inginnya tidak sakit hati.

Saat aku bilang,

sudahlah. Kalau ada yang ngasih, terima saja. Tidak perlu mikir sejauh itu. Gak baik suudzon sama orang.”

toh, intinya itu uangmu. Status dia ngutang. Dia punya uang, ya terserah dia mau diapakan. Bukannya Alhamdulillah uangmu kembali  malah menyangka yang tidak-tidak. Dan kalaupun iya itu terjadi, dia minta lagi padamu dan kamu masih mau membantu, ya berikan saja ? kecuali kamu sudah tidak mau lagi. Kamu sudah lelah membantunya. Lebih baik, katakana tidak usah meminta lagi. Cukup itu. Tidak perlu mikir yang lain-lain. Cukup sampaikan apa yang sebenarnya kamu rasakan. Tak perlu berbelit. Kasihan orang, jika kamu berbelit. Yang tidak salah bisa menjadi salah nantinya. Dan yang jelas salah, jadi tidak mau disalahkan. Semoga anda paham.”

Jika toh memang anda bisa mengerti kami, harusnya anda tau mengapa dia tetap memberi uang itu. Anda laki-laki, tidak jauh beda hidup penuh perjuangan sejak muda. Anda itu tau bagaimana rasanya hidup seperti itu. Sekarang, atas apa yang anda ucapkan barusan, maknanya apa ?
Tolong,
terima saja.

Kedua, saya berharap ini tidak ada kaitannya dengan penjelasan diatas.
Saya sangat berterimakasih atas niat anda membantu. Tapi, dengan cara itu, saya tidak bisa terima. Maaf. Silahkan anda gunakan fasilitas tersebut untuk anda dan saudara anda terlebih dahulu. Saya siap menerima bantuan versi yang lain saat saya membutuhkan bantuan. Saya juga sangat berterimakasih jika anda mau membantu. Tapi tidak untuk hal itu.
Jika mau diteruskan, baik,
Itu haram.
Saya tidak mau tergoda oleh cara haram. Apapun keuntungannya.

Dari kedua masalah diatas, kasus pertama itu sangat menguntungkan anda. Anda mendapatkan uang disana.
Kasus kedua, pun, anda dapat saving money more entah itu untuk menyewa pembantu, perawat, makan atau lainnya.
GUNAKAN untuk anda.
Saya jelas menolak pemberian, tapi ini beda dengan kasus pertama. Dia tidak memberi apapun pada anda. Dia hanya mengembalikan yang anda punya. Jika dompet anda terjatuh dijalan, beserta isi-isinya ia temukan (KTP, SIM, KTM), lalu ia mencari anda, ia temukan anda, ia berikan dompet itu pada anda. Lalu apa yang seharusnya anda lakukan ? SYUKURI. Barang anda telah kembali. Dan semua itu MILIK ANDA. Anda tidak dapat menyatakan itu milik si penemu. Itu GILA. Ada unsur DUSTA disana, jika anda bersikukuh menyatakannya.

Sudah. Sudahi pikiran buruk anda. Belajarlah menerima.
Percayalah, semua ini hanya tentang “the self” of you. Bukan yang lain.
Ngomong sama diri anda.
Jujur sama diri anda.
Be open to yourself.

Anda sudah terlalu parah untuk pikiran seperti ini.

You are the version of
kepalsuan yang terlalu nyata

untuk di anggap original.”

Comments

Popular Posts