Besok Idul Adha 🐐

Dan entah kenapa aku selalu datang ke sini dengan mood yang gak baik.
haha.
baiklah, kita terima saja bahwa ini adalah katarsis.



Satu hal yang bikin gue kesel belakangan ini adalah toxic people. Lebih tepatnya, narsistik.
Narsis itu bukan hanya sekedar jadi "banci kamera" tapi lebih ke mengutamakan kepentingan diri daripada orang lain.
Yap, mereka itu adalah sekelompok orang-orang yang ga bisa diharepin empatinya.
Beda, tapi mirip, psikopat...sosiopat...empatinya ga ada.
Bedanya, yang satu dibentuk, yang satu emang bawaan rusaknya otak.

Yang jadi highlight adalah, dunia zaman sekarang, kalo gak narsis, lo gak akan hidup.
and I hate that.

I tell you everything bukan sebagai bahan mengumbar aib orang. Tapi sebagai bahan belajar untuk proses pemahaman. Apalagi kalau bukan memahami kehidupan?

Now, let's start with a moment when I have to ngurus-ngurus berkas kampus buat pendadaran sampe wisuda.
Wisuda rada ga kerasa sih...pendadaran yang paling kerasa. tapi sebenernya wisuda juga.
Overall, rata-rata kita itu mengulang kesan yang sama yang gue dapetin waktu SMA.

apa itu ?

diamnya orang yang merasa aman ketika ujian.

mereka akan mendadak ramah hanya untuk mendapatkan sebuah informasi.

itu kedjam !

ah, dunia itu kedjaam !

waktu itu sama sekali, saking polosnya, aku ga ngerasa kalo lagi diubek-ubek informasi.
kirain, ya. itu cuma sekedar nanya, hay apakabar, and that's it.
ga taunya...rupanyaa dia sedang meneliti informasi apa yang bisa didapat.

dan tahukan apa yang palingku benci diposisi begini ?
kejadian yang langka buatku untuk bisa mengambil informasi lain darinya.

dan aku sulit untuk nahan informasi buat orang lain.

karna aku tau orang butuh.

namanya kebutuhan, ya harus dikasih.

aku sadar, hasil empatiku kurang.
that's why, I give it to them. when I want it.
haha iya, masih dengan catatan.
tapi at least, I try my best to do it.

Well, satu hal lain yang masih berhubungan sama narsistik.
rasanya pengen bener-bener menekankan bahwa mereka adalah orang yang cuma mementingkan diri mereka sendiri.
"nampak" itu bisa diatur.
"nampak peduli" contohnya.

selain mereka mementingkan diri sendiri, mereka rela loh menekan orang lain, menjatuhkan kepentingan orang lain untuk kepentingannya itu nomor jadi nomor 1 di dunia.

Pusing sih sebenernya ini.
karna kayak ngomongin tombak dua mata.

akunya nyalahin habis-habisan mereka, sementara dengan begitu juga keliatan bahwa I myself juga ada salahnya.

yaiyalah, this is not perfectionist tho. Mana ada manusia yang paling sempurna tanpa satu kesalahanpun.

*buang napas berat*

Sometimes...sometimes...
I understand why people being so mean.
Karna ketika mereka baik, malah diperalat.
sedih ngalaminnya. 😒

_________

Dari tulisan diatas, ada yang bisa diambil ga si? manfaatnya? wkwk.
yaudahlah, minimal aku doang yang ngerasain.

Sampai akhirnya menjadi tau apa itu narsistik aja Alhamdulillah.
sampai bisa memahami orang-orang narsistik yang ditemui aja Alhamdulillah.

dan sekarang yang bikin pusing adalah how to deal with them ??

__________

biar ga melenceng dari judul, besok Idul Adha gan. 😅
dari tulisan diatas kalian bisa liat bahwa orang yang nulis lagi emosi.
ada kata yang terulang. ada kata yang kurang. jadi kalimatnya gak enak buat dibaca. hahaha
what ever. kepala emang beneran lagi pusing. asli.

and for some people yang pada akhirnya I become so mean, I'm so sorry. but I have to.
Kalo kalian mempertanyakan tentang kepedulianku, ngaca.
Jangan buat benang yang kuat menjadi rapuh.
stop being toxic people !

Comments

Popular Posts