I'm sad, I'm mad. π
I don’t even know why, tapi hati emang gak bisa dibohongin,
pak.
Sejak awal
jasad ini bisa dibawa mikir, saya emang nggak setuju, nggak suka dan pengennya
ngelawan (berontak). Kabur pun gak masalah, karna saya tau masalah ini bukan
hal yang bisa diselesaikan segera.
You can judge me, I’m mad because I am.
Saya nggak
bisa bilang, “disana lebih enak” karna saya belum pernah kemanapun itu yang
jelas bukan disini. Saya mah sedih sama sistemnya. Kadang yang buat sistem itu
keliatannya kayak lupa diri bahwa dia hanya manusia. Setebal apapun buku
undang-undang itu kalian buat, kalian tetep manusia. Sama, kami sebagai rakyat
jelata juga manusia, pak.
Beberapa
waktu lalu demam bikin profil picture
“Saya Indonesia, Saya Pancasila” (maaf kalo kebalik). Saya ogah ngikutin,
kenapa? Because I prefer say “I’m Muslim, kebetulan lahir dan tinggal disini”
(wherever I am).
Kenapa sih,
kok nadanya hate speech banget ?
Yaiya. Coba
aja bapak buktikan jika memang anda memuja Pancasila, Sila ke satu.
Satu hal
yang sangat mengganggu saya, asuransi kesehatan. You know what it is, right ?
Dalil atau
tanpa dalil, gak masuk akal kalo ada sebuah layanan yang tidak bisa mengabulkan
permintaan berhenti ?
It’s not
about the state, ini soal siapa yang saya takuti dan kepada siapa seharusnya saya
patuh ?
Saya harap, Islam saya nggak goyah disini; yang katanya popularitasnya muslim.
Where are
you guys ? Don’t you know that this is none sense system for us ?
Allah is
our God. Fear Allah.
Comments
Post a Comment